SEBUAH CINTA, MENGIKATKAN JIWA

*Untuk  Mentawai,  dan Jogjakarta

 

Bersihkan diri kita dari debu kehidupan

Tengoklah ke atas, menghadap pada-Nya

Lalu menunduklah untuk mengerti

Hanya karena tiupan nafas-Nya kita ada

 

Segala yang terjadi hanyalah sementara

Waktu akan memperbaiki, waktu akan memulihkan

Biarkan saja waktu tak mampu mengembalikan

Saat nanti kita semua akan berjalan kembali pada-Nya

 

Aku, kamu, kita, kalian, dan mereka

Adalah sama, satu di mata Tuhan

Bersyukurlah bagi kita yang mempunyai hati

Mari genggam tangan mereka semua

 

Jangan kau lepaskan hanya karena bumi merekah

Jangan kau pergi hanya karena air gemuruh

Tetaplah tinggal, ikatkan jiwa-jiwa dengan cinta

Karena dengan cinta, mereka menopang bertahan

 

Berterimakasihlah kepada Tuhan mencintai kita dengan cara-Nya

Sentuhan kecil jemari-Nya membuat kita terhenyak

Bahwa kita tak pernah punya kuasa di mata-Nya

Bahwa kita telah menjadi ‘Tuhan’ untuk kita sendiri

 

Maka itu sadarlah, kita harus menjadi manusia berjiwa

Susun kembali penopang hati yang lantak oleh kesombongan

Bukalah tanganmu sedikit saja, untuk mereka saudaramu

Untuk sebuah cinta, yang kau bawa serta

 

-HSAS-

 

 

Advertisements

~ by tulishapsara on October 27, 2010.

3 Responses to “SEBUAH CINTA, MENGIKATKAN JIWA”

  1. wah, sang pujangga.. nancep ne kata2nya

  2. Thx wat d ingetin klo kita ga blh takabur

  3. Yupz…tetap bsyukur dgn apapun yg kita terima,,itu semua bukti bahwa Tuhan mencintai kita….
    Dia menunjukkan cintaNya dgn caraNya sendiri….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: