25 Desember 2010

Sebuah draft tulisan yang saya tulis pada saat masih berlayar, baru saya temukan kembali di folder saya yang isinya beraneka ragam jenis kekacauan yang saya buat. Tulisan ini saya buat pada saat malam Natal Desember 2010 lalu, oleh sebab itu saya beri judul tersebut. entah kesambet malaikat apa, sewaktu saya baca kembali tulisan ini, koq agak trenyuh juga ya. Dan memang waktu itu saya niatkan untuk di share,  sekarang baru teringat.

 

25 Desember 2010

 

Malam kudus ini terasa seperti hari-hari biasa yang aku lalui. Tak ada pohon natal, tak ada hadiah ataupun bingkisan. Tak ada makanan spesial. Tak ada misa. Di pinggiran Samudera Pasifik, malam ini terasa sungguh indah, dengan bintang-bintangnya yang tetap bersinar, meskipun hujan sempat jatuh menyatu dengan kuasa air laut. Hawa dinginpun pelan-pelan merambat turun, menerobos kulit, menyelimuti jiwa.

Malam ini aku sendiri, tapi kasih karunia-Nya telah hadir, menguatkan aku untuk selalu bersyukur, atas semua yang telah terjadi dalam hidupku.

Di dalam kamar ini, aku hanya bisa berdoa kepada-Nya, mengucapkan terimakasih, karena sampai dengan hembusan nafasku yang sekarang, aku masih bisa menikmati suasana Natal, walaupun hanya bisa kurasakan di dalam hatiku saja. Sedemikian jauh jarak yang memisahkan antara aku dengan orang-orang yang kusayangi, tapi tetap bisa kurasakan kasih mereka. Dan tidak perlu suatu katapun yang dibutuhkan, untuk bisa mengetahui rasa itu. Renungilah sejenak, renungi karunia-Nya. Maka kau akan tahu, bahwa kasih akan selalu ada besertamu, disekelilingmu, diatasmu. Menemani ketika kau sedang senang, sedih, sendiri, menangis. Ingatlah bahwa tangan lembut-Nya akan selalu menggenggam tanganmu.

Dan aku hanya bisa berharap, semoga aku bisa bisa lebih belajar bersyukur dan menerima atas apa yang telah aku dapatkan, atas semua anugerah-Nya. Pada akhirnya aku sadar, Natal bukanlah sekedar makan-makan, Natal bukanlah sekedar pohon natal,  ataupun kado. Natal adalah semangat, semangat Kristus yang telah hadir untuk kita, hadir untuk semua dosa kita.

“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemulian-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengkokohkan kamu sesudah kamu menderita seketika lamanya.” Surat Petrus yang Pertama, 5:10-11

Suara-suara saudara seiman yang mengucapkan hari spesial ini terdengar nyaring di radio. Aku diam, tapi aku tetap membalas kata-katanya, walau dalam hati, “Selamat Hari Natal juga, Kawan.”

Advertisements

~ by tulishapsara on March 15, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: