Jatim Park 2: My Journey

Hari ini saya bangun agak pagi, karena mata udah ngga mau merem lagi, walau dipaksa sekalipun, padahal badan masih pegel-pegel gara-gara main badminton kemaren lusa. Setelah itu saya memutuskan untuk mandi pagi-pagi (jam 10 termasuk pagi ngga sieh?). Karena adek saya sudah pulang dari sekolahnya, saya putuskan untuk minggat dari rumah dengan mengajak adek saya. Kemana?

Rumah saya di Batu ini termasuk strategis untuk tempat pariwisata, seperti Sengkaling, Batu Night Spectaculer, Jatim Park, Jatim Park 2 dan masih banyak lagi. Hari ini saya putuskan menuju Jatim Park 2, atau yang lebih dikenal sebagai museum satwa. Saya kesini karena selain tempat ini baru berdiri (sekitar tahun lalu kalau ngga salah), tempat ini juga sangat dekat dari rumah, perjalanan yang saya tempuh naik motor kira-kira cuma 5 menit. Dekat bukan?Setelah saya sampai disana, ternyata tempat rekreasi ini cukup sepi, karena ini adalah hari Jumat. Sengaja memang, karena saya prediksi jika weekend, tempat ini sangat penuh oleh umat manusia. Dan seperti di Jatim Park, pegawai disini rata-rata adalah perempuan, cukup kece sebenarnya (Rekomendasi bagi yang ingin berwisata sekalian mencari jodoh, hehe!). Tiket masuknya bisa dibilang murah, hari biasa akan dikenakan Rp. 40.000 saja, jika akhir pekan (Sabtu dan Minggu) dikenakan Rp. 50.000. Tiket ini terusan, jadi anda nggak perlu membayar lagi, kecuali ingin mengunyah, atau ngemil, itu lain lagi ceritanya.

Ternyata tidak seperti Jatim Park yang dibangun terlebih dahulu sebagai tempat wisata layaknya di Dufan, Jakarta. Jatim Park 2 ini mengkhususkan pada kebun binatang sebagai temanya. Begitu melewati pintu masuk, kita akan disuguhkan berbagai macam satwa, dan yang saya salut, kebun binatang ini memakai rute satu jalan saja. Jadi kita ngga akan bingung atau tersesat, karena di sepanjang jalan yang berkelok-kelok ini, semua binatang sudah ada di pinggir-pinggirnya, kita ngga perlu lagi berbalik arah, atau takut jika ada binatang yang terlewat. Kesimpulan saya, jika anda masuk lalu menemukan jalan keluar, maka seluruh binatang yang ada disana anda sudah saksikan. Mudah bukan?

Ada lagi yang membuat saya kagum, semua binatang ini dikelompokkan menurut jenisnya. Contohnya pada awal kita masuk, kita akan disuguhkan berbagai jenis primata, seperti monyet, monyet, monyet, dan monyet. Lhah, kenapa monyet semua??? Iya emang, berbagai macam monyet tersedia disana, dari yang seukuran jempol kaki, sampai monyet gede, tapi sayangnya ngga ada Orang Utan disana. Kalo orang ndeso ada, saya.

Perjalanan cukup panjang, dari kandang ke kandang saya lewati, dari yang terbuka, sampai semi indoor gitu, cuaca pun kadang panas kadang mendung. Yang lebih enak lagi, kadang kita akan menemui kios kecil, bahkan tempat makan permanen disitu, jadi kalo seketika lapar dan haus menyerang, kita bisa take a rest disitu. Dan yang tak kalah nyaman lagi, kursi-kursi bertebaran dimana-mana, jadi yang betisnya mau meledak juga bisa ngumpulin serpihan betis-betis tersebut, mengistirahatkan kaki maksudnya. Setelah melewati itu, kembali kita disuguhkan binatang menurut jenisnya, unggas-unggasan, kemudian kucing-kucingan (ini bukan maenan anak kecil yak). Naah, begitu selesai di dunia atas tanah, saya langsung menuju rute ke sebuah ruangan yang disetting seperti gua, disitu terletak berbagai macam binatang malam, suasananya juga emang gelap gitu, rada remang-remang. Binatangnya juga eksotis banget, kayak burung hantu, dan mamalia lain yang entah apa namanya, saya ngga gitu mengamati. Bagi saya tempat ini adalah tempat favorit saya, selain tempatnya adem, ngga panas, binatangnya cool gitu. Oh iya, disini juga ada fasilitas buat foto sama binatang lhoo, adek saya jadi korban digrepek sama binatang.

Masih di ruangan yang sama, kemudian temanya berubah menjadi makhluk laut, bermacam-macam ikan, penyu, lobster, kuda laut, semua ada, dan emang , tempatnya asiik, kita serasa ada di laut gitu. Ada yang lucu, di salah satu akuarium ikan, ada kelinci idup!!!! Sempat saya pikir, emang ada ya kelinci laut, yang hidup di laut??? Ternyata oh ternyata setelah diamati lebih jelas dan lebih dekat, di dalam akuarium itu terdapat akuarium lagi, yang ngga ada airnya, jadi diisi oleh sepasang kelinci. Capek deeeeh!!! Sebelum keluar, ada diorama yang berlatar pantai dan kapal disitu, buat foto-foto. Tak perlu jauh-jauh ke pantai, cukup disini aja, sambil tersenyum narsis, sudah meyakinkan yang melihat kalau anda berada di pantai. Tertipuuuuuu!!!

Berjalan keluar dari ruangan tersebut, berjejer di sebelah kiri, berbagai macam jenis ular, ada yang warna warni, ada yang besar (kayaknya habis makan kambing dia). Lumayan banyak, dan rata-rata ularnya pada tidur melingkar semua, ya habis mau bagaimana lagi, mau main bola tapi ngga punya kaki. Setelah itu, disebelah kanan ada akuarium juga yang dipasang berjejer di tembok, ukurannya lebih kecil, dan isinya adalah serangga, seperti kumbang tanduk, belalang daun (sumpah, susah banget nyarinya, mirip banget sama daun). Ada beberapa akuarium yang tampak serangganya sudah tergeletak mati, ada pula yang ngga ada isinya (gondok khan, udah nyari setengah mati, eh, ternyata emang ngga ada). Dan sayapun akhirnya bisa melihat matahari lagi (baca: keluar)

Setelah keluar, saya pun beristirahat sebentar di salah satu kios, ternyata cape juga yah… lanjuuuut!!! Ternyata setelah kios tersebut saya melewati tempat yang bernama Savannah, yang artinya Savana, padang rumput. Salah satu tempat favorit saya juga. Terdapat jalan lurus, di tengahnya ada tempat duduk buat santai, dan di samping kanan kiri jalan tersebut ada halaman yang luas, yang berisi binatang-binatang padang rumput, semuanya jadi satu disitu. Sayapun duduk lagi disini sebentar untuk menikmati binatang yang besar-besar, sambil disemiliri oleh angin sepoi-sepoi, enak kali pun ah….! Lalu di penghujung jalan saya menemukan beberapa kandang yang berisi hewan kecil padang pasir, dan lagi, beberapa kandang ngga ada hewannya…

Batu Secret Zoo, beginilah nama yang saya temukan setelah melewati Savannah tersebut. Saya cukup antusias dengan judul ini, karena artinya khan secara harfiah, kebun binatang rahasia. Tapi setelah berkeliling, saya agak kecewa, karena saya ngga menemukan korelasi dari tulisan itu. Yang saya temukan ialah berbagai macam tempat hiburan seperti kolam renang, komidi putar, aneka games yang ditujukan untuk anak kecil. Ada juga tempat kita bisa menaiki kuda disitu, serta berkeliling kompleks, yang tentunya ngga bisa jauh, kasian, kudanya kecil soalnya. Walaupun begitu, saya akui, tempatnya asri banget, bagus dan tertata. Begitu akan keluar dari kompleks ini, ada semacam danau buatan yang isinya ada beberapa pulau kecil, yang isinya binatang, hmmm, nice concept. Baru ngeh saat sadar, rupanya di pinggir kolam tersebut terdapat Kapal Nabi Nuh. Koq tahu? Iyalah, whong ada tulisannya di lambungnya.. saya berpikir cukup lama, kenapa itu kapal bisa nyasar sampai sini? Dan saya berhenti berpikir ketika menyadari asap tipis mulai muncul dari kuping saya. Perjalanan panjang saya diakhiri oleh binatang harimau dan singa. Oh iya, dari seluruh tempat duduk, disini yang paling oke, karena tempat duduknya adalah sofa panjang yang empuk lhooo. Dan saya yakin, sofa itu ngga akan bertahan lama. Tanya kenapa?? Hehe!

Oh iya, di kebun binatang ini juga disediakan E-Bike. Itu lho, kendaraan kecil seperti di lapangan golf, yang beroda 4. Jadi kalau anda mengajak pacar yang manja, ngga mau betisnya gede, maka ini adalah pilihan yang tepat. Harganya pun cukup murah koq, sekitar 100.000 / 2 jam.

Setelah saya keluar dari gerbang, saya pikir perjalanan saya usai, seiring kaki saya yang udah mulai mati rasa (lebay) karena cape. Tapi adek saya langsung menggiring saya (kayak kambing) Menuju satu tempat lagi, Museum Satwa namanya. Dengan sisa-sisa nafas yang saya punya, saya masuk kesitu, dan biaya masuknya pun gratis, karena sudah satu paket, tinggal menunjukkan gelang masuknya saja. Gedungnya sangat besar, dari luar bagus banget, kayak gedung Yunani kuno gitu, pilarnya gede-gede, orang India susah buat muter-muter disitu kalo lagi joget. Begitu masuk ke dalam, kita disuguhi oleh sangkar burung yang sangat besar, dan ada yang bergerak didalamnya!! Eh, ternyata sepasang manusia lagi asik berfoto didalam. Rupanya sangkar itu adalah tempat berfoto bagi umat narsis… Saya pikiiiirrr…. Sangkar tersebut dikelilingi oleh diorama berbagai hewan dengan habitatnya. Contohnya beruang kutub dengan habitat kutub yang didominasi salju serba putih, rusa yang berada di padang rumput, monyet yang bergelayutan di pohon, dan masih banyak lagi.

Museum ini sangat didominasi oleh diorama, hampir di setiap dindingnya dipenuhi oleh diorama, mungkin 60 persen dari seluruh isi museum adalah diorama. Saya sempat berpikir, hewan ini begitu mirip aslinya, apakah memang itu hewan asli yang diawetkan, atau hanya tiruan. Lanjuuuut…..! Setelah melewati sangkar, ternyata ada kerangka dinosaurus, yaitu T-Rex dan Stegosaurus, dalam skala aslinya, besaaaaaaar sekali… Tentu saja kerangka tersebut imitasi, saya baru tahu pas saya pegang karena penasaran… Dengan pencahayaannya yang dramatis, diorama kerangka ini keren sekali. Di ruang selanjutnya, saya dikejutkan oleh berbagai macam hewan laut aneh yang diawetkan, ikan yang bentuknya ngga jelas, bahkan saat saya mendongak ke atas, ada ikan pari besar yang diawetkan didalam akuarium yang berisi formalin. Little bit creppy in here, so I decided to move as fast as I can be. Adek saya pun berpikiran sama.

Berbagai macam diorama yang ada, telah dilewati sampai saya menemukan ruangan yang sangat keren!! (Keren semua perasaan???) Terpajang di etalase, memanjang memenuhi dinding ruangan tersebut, koleksi dari berbagai macam serangga yang diawetkan seperti, Kupu-Kupu, Kumbang Tanduk, Belalang, Laba-Laba, dan lainnya, lengkap beserta nama, asal tempat, dan keterangannya. Banyak sekali, mungkin ada ribuan jenisnya, saya cukup terpana melihat pemandangan tersebut, karena emang keren banget, dari kupu yang kecil, tembus pandang, besar kayak burung, semua ada. Kumbang tanduk yang tanduknya kayak pulpen, belalang yang gede banget, kalo dijadiin lauk, kenyang kali tuh makan sebiji aja. Lalu berlanjut dari satu diorama ke diorama lain yang bagus-bagus. Bahkan ada diorama harimau memakan mangsanya yang sangat terlihat seperti asli.

Masuk ke museum satwa ini, cape seperti berasa hilang, karena takjub dengan pemandangan yang disediakan. Tapi begitu keluar, capenya terasa berlipat ganda, haha!!

Itulah sekelumit perjalanan ke Jatim Park 2, saya lumayan terhibur, dan sangat cape. Haha! Walaupun ada kekurangannya, maklum masih sangat baru. Selain dimanja oleh berbagai macam binatang, mata kita juga dimanja oleh pemandangannya yang indah, kita bisa melihat gunung Panderman dari jauh, sayang, saat saya kesana, keadaan berawan, jadi ngga begitu keliatan. Bagi yang berlibur ke Batu, tempat rekreasi ini enak juga koq buat liburan, karena ada hotelnya juga lhooo, dari jauh terlihat seperti pohon besaaaaar sekali, tak salah jika dinamakan Hotel Pohon (kalo ngga salah). Tempatnya juga sangat dekat dengan BNS (Batu Night Spectacular), jika masih punya sisa tenaga, malamnya anda bisa sekalian main disitu. Rekomendasi untuk para pasangan, tempat ini sangat romantic. Hehe! Jika besoknya masih ada waktu, anda bisa ke Jatim Park, taman bermain yang sudah terkenal lebih dahulu, itu juga sangat dekat koq, hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari situ.

Cuma ini pengalaman yang bisa saya share disini, jika ada salah-salah kata, mohon dimaafkan.

Maturnuwun.

nb: untuk gambarnya, nanti saya update, soalnya di laptop tempat saya nulis ini, MMC nya ngga kebaca… hehe sori mayori.

Advertisements

~ by tulishapsara on March 19, 2011.

4 Responses to “Jatim Park 2: My Journey”

  1. bagus ini bro, sayang belum ada gambar2 lokasinya.. usul ni, file gambarnya di kompres ya biar ga berat bukanya..

  2. Iya nih, kurang gambarnya. Hehe

  3. waaaa kereeeeennnn!!! sepanjang baca postingan dari awal mpe akhir sebentar2 aku ketawa baca pilihan diksi yang awalnya berasa serius tp ternyata kocak! aku slalu suka pilihan2 kata seperti itu,,semacam ada surprise di tiap kalimatnya 😀

    iyaaa aku penasaran ama potonyaaa pasti oke banget,,soalnya banyak spot yg aku rasa interesting banget,,dan aku masih penasaran ama akuarium kelinci itu,,kasian mereka berdua disandingkan dengan ikan kecil2..ahahahah..

    bagus mas! aku sukaaaaaa,,jd pengen ke sana deh,,soalnya di tipi mule banyak yg ngliput jatim park niy kayak di wiskul waktu tu juga ada,,kapan2 aku pengen ke malang 😀

    masss ayo pasang potonyaaaa! aku mau liat! 😀 😀

  4. update lagi donk..
    udah 3 bulan telat nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: