“Hajat”

Dan saya sekarang ingin menulis uneg-uneg yang mengganjal, macam-macam isinya, dan mungkin absurd, tapi sebodo amat, ini tulisan saya, blog saya.

            Dari dulu saya suka heran dengan Bahasa Indonesia yang cukup aneh, tidak sepadan penggunaannya. Nggak ngerti? Contohnya kata “Hajat”. Saya kurang paham dengan arti sebenarnya dari kata tersebut. Kalo orang mau ke toilet dan mengucapkannya dengan halus, maka orang itu akan berkata seperti ini, “Maaf, saya mau buang hajat.” Oke, disini saya ngerti maksudnya, maka hajat itu adalah, maaf, kotoran. Naaaaaaah, masalahnya saya juga suka sering mendengar para pejabat atau petinggi-petinggi negara yang sering berkoar tentang lebih pentingnya masyarakat dibanding mereka sendiri (Tentu saja itu semua bohong, bukannya saya pesimis, tapi kalau kalimat itu benar adanya, maka kantor KPK nggak akan sebesar sekarang), kadang mereka berkata, “Keputusan ini menyangkut HAJAT hidup orang banyak…!” Ini maksudnya kotoran hidup?? Atau mereka semua menganggap kita semua kotoran? Saya suka miris kalo liat orang senang mendengar kata itu. Lalu ada lagi yang bikin saya heran adalah saya juga pernah mendengar kalimat ini, “Di kampung sebelah ada hajatan…” Mungkin maksudnya tetangga kampung dia ini sebuah septictank seluas 3 hektar, atau toilet massal…

            Ah sudahlah…

Advertisements

~ by tulishapsara on February 6, 2014.

One Response to ““Hajat””

  1. Nice, Silogisme yg unik bro..
    Dasar kmu pria hajat hidung belang !! ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: