Nama (Lagi)

Kata orangtua pada jaman dahulu kala, nama adalah sebuah doa, pemberian dari orangtua agar anaknya dapat membanggakan mereka. Untuk membuka blog saya yang sudah lama tidak di apdet, saya akan membahas nama saya, beserta panggilannya.

Nama saya cukup panjang untuk orang-orang pada jaman 80 dan 90an, tapi tergolong normal untuk anak-anak jaman sekarang. Saya bisa bilang seperti itu, karena makin kesini nama anak-anak jadi makin panjang. Entah apa alasannya, saya pun kurang mengerti. Mungkin saja doa orangtua yang disematkan ke nama anaknya panjang-panjang, untuk menghadapi era modernisasi seperti sekarang, yang nasi terbuat dari plastik, bahkan ayam pun terbuat dari plastik, malahan bisa dimasukin uang receh (baca: Celengan). Atau bisa juga untuk memaksimalkan jumlah karakter yang bisa dimuat di akte kelahiran. Entahlah.

Hapsara Soma Adhi Sasangka, ini adalah nama lengkap saya. Belum termasuk nama baptis saya yang saya pakai waktu SD, Robertus. Jadi aslinya nama saya adalah Robertus Hapsara Soma Adhi Sasangka. Itu 5 suku kata, kalau kata itu diganti dengan orang, bisa jadi satu team futsal. Oleh karena nama baptis itu tidak tertera di Akte Kelahiran, serta untuk memudahkan dalam ijasah dan sertifikasi di kemudian hari, maka nama Robertus dihilangkan dari khalayak ramai.

Nama saya itu diciptakan oleh ayah saya, berasal dari Bahasa Sansekerta. Hapsara dan Adhi mempunyai arti yang kurang lebih sama, yaitu perhiasan, indah, baik. Adhi juga bisa berarti pertama. Soma dan Sasangka juga kurang lebih sama artinya, rembulan atau bulan. Jadi jika dirangkai, maksudnya ialah Anak Pertama yang Seindah rembulan. Ngeri juga ya… Padahal kalau saya berkaca, ya nggak gitu-gitu amat… Biasa aja gitu…

Nama yang tergolong panjang itu ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya yaitu tidak ada yang menyamai, kalaupun ada, paling satu suku kata saja, seperti Hapsara, atau Sasangka, jadi nama yang tergolong eksklusif gitu. Ada nama orang yang banyak dikenal, contoh pada jaman saya dahulu, Dimas. Nama itu di angkatan saya saja ada 3 orang. Bahkan saya pernah menemui nama orang yang sama persis, itu jangan-jangan orangtuanya kompakan, atau salah satu ikut-ikutan. Tinggal dirunut saja yang mana yang lahir terakhir, nah itu kemungkinan bapaknya nyontek. Kekurangannya? Banyak. Terkadang ada formulir yang membatasi jumlah karakternya. Jumlah huruf termasuk spasi di nama saya berjumlah 26 karakter. Itu jumlah yang tidak sedikit. Jika tidak cukup, saya mengorbankan Sasangka untuk disingkat. Lalu jika mengisi kolom nama dan terbatas waktu. Contoh ujian, ujian rata-rata waktunya tergolong cepat jika berdasarkan soal ujiannya. Untuk menulis nama lengkap saja khan membutuhkan waktu cukup lama, sungguh membuang waktu jika 1 detik pun dianggap berharga. Lain halnya kalau namanya hanya, Budi misal. Dia tinggal menulis 4 huruf, lalu beralih ke jawaban soal. Enak. Saya selesai menulis nama, Budi sudah menjawab soal ke-3. Lalu untuk perkenalan, saya biasa memperkenalkan diri dengan nama Hapsara, atau Adhi saja. Jika saya menyebutkan nama lengkap dalam perkenalan resmi, mustahil ada yang ingat. Belum lagi kalau nama lengkap saya disematkan dalam Name Tag. Waktu kuliah, saya diwajibkan memakai Name Tag, dan nama harus lengkap! Name Tag yang kira-kira sepanjang 5 cm itu harus dipaksa memasukkan nama lengkap saya. Alhasil ukurannya jadi sangat kecil menyesuaikan jumlah karakter. Dari jauh pun terlihat seperti sandi rumput (Ada yang pernah ikut pramuka?)

Oleh karena nama saya yang panjang, maka nama panggilan saya pun bermacam-macam. Nama Adhi adalah nama rumah saya. Sangat normal. Orangtua, saudara dan sebagian teman dekat saya memanggil nama Adhi. Jika bertemu teman baru dan melihat nama saya, rata-rata mereka memanggil dengan nama pertama, maka saya juga sering dipanggil Hapsara. Hapsara sebagai nama panggilan pun terlalu panjang karena menggunakan 3 suku kata, maka mereka pun memanggil saya dengan nama Haps. Haps pun berevolusi menjadi Hapz, karena sebutan ‘s’ di bagian terakhir merujuk ke huruf ‘z’. Hapz pun menjadi panggilan lumrah, dan cukup gawul kalau menurut saya. Kenapa nggak dipanggil Hap? Ada juga, tapi jarang, dan agak ambigu dengan lagu masa kecil, “Hap, lalu ditangkap…” Cicak-cicak di dinding.

Waktu sekolah dulu juga saya dipanggil dengan singkatan. Karena ada teman saya bernama Adhi Prasetya dipanggil AP (Ape, Apphey), maka saya Adhi Sasangka dipanggil AS (Aes). AS ini pun cukup membingungkan, karena pada jaman saya cukup terkenal untuk nama seorang dukun. Ya Dukun AS kalau ada yang pernah ingat. Teman saya juga cukup kreatif untuk menyingkat nama, Hapsom, singkatan dari Hapsara soma. Nama Hapsom inilah yang sekarang jadi panggilan saya untuk teman-teman SMA saya. Soma juga kadang menjadi panggilan saya. Tapi sepanjang sejarah saya hidup, belum pernah saya dipanggil Sas, atau Sasangka. Entah kenapa, padahal itu bukan nama marga, atau First Name kata orang bule. Ada yang mau memanggil saya dengan nama itu? Perdana lhoo…

Itulah enaknya punya nama yang ekslusif, saya bisa tahu itu teman sekolah, kuliah, atau teman kerja, atau keluarga, hanya tahu dengan cara mereka memanggil saya.

Anyhoo, saya menamai nama anak perempuan saya juga cukup ekslusif, Thalia Adhisty Naladhipa Sasangka, yang artinya kurang lebih, anak yang bersinar, yang menjadi mahkota dan kebanggaan orangtua.

Apalah arti sebuah nama? Kalimat itu sudah sering terdengar. Tapi menurut saya itu salah. Nama itu penting. Kalau nama tidak penting, jika punya anak nanti, mungkinkah anda menamai anak anda Tukijan?

PS: Jika ada yang punya nama yang saya sebutkan diatas, mohon maaf, karena tidak ada maksud mengejek, hanya merendahkan sedikit.

Advertisements

~ by tulishapsara on June 6, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: